Taman Nasional Komodo Menantimu
Indonesia sebagai negara kepulauan yang begitu luas dengan beragam suku, budaya, dan bahasa adalah surga bagi kehidupan. Kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, baik di dalam tanah maupun permukaan bumi menciptakan keharmonisannya tersendiri. Tidak hanya bagi manusia, tetapi juga pada flora dan fauna sebagai bagian utuh kehidupan.
Di negeri yang matahari selalu bersinar sepanjang tahun ini, dimana curah hujan relatif tinggi dan rendahnya bencana alam seperti topan dan badai akibat faktor cuaca menjadikan Indonesia sebuah tempat ideal untuk tujuan wisata. Wajar saja jika hingga saat ini banyak turis mancanegara menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah tujuan wisata mereka. Dengan keindahan alamnya dan keberagaman kondisi masyarakat, setiap daerah di Indonesia menawarkan keunikan yang khas bagi setiap wisatawan yang mencari pengalaman wisata tak terlupakan.
Baik itu di darat, laut, maupun udara, para wisatawan dapat menikmati obyek wisata yang tersedia hampir sepanjang tahun. Di darat, wisatawan dapat mengunjungi berbagai objek wisata alam seperti mendaki ke wilayah pegunungan, menikmati suasana kehidupan masyarakat nan asri di lingkungan pedesaan, atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah mulai dari sisa peninggalan jaman purbakala, jaman kerajaan nusantara, hingga sejarah nasional negeri ini. Sementara di laut, para wisatawan dapat melakukan berbagai aktifitas menyenangkan yang khas seperti berselancar, menyelam, atau sekedar berjemur di tepi pantai menikmati keindahan matahari terbit dan tenggelam.
Begitupun halnya dengan di udara. Berbagai kegiatan outdoor sport dapat dengan asyiknya dilakukan. Mulai dari terjun payung, aeromodeling, paralayang, dan kegiatan semacamnya, seluruh kegiatan wisata tersebut dapat dipilih sesuai keinginan para wisatawan. Hanya saja dibandingkan kegiatan wisata darat dan laut, dapat kita jumpai kegiatan wisata udara relatif lebih sedikit jumlahnya karena kebutuhan sarana dan prasarana serta perlunya kemampuan khusus dalam aktifitasnya.
Berbicara tentang kegiatan wisata di ketiga alam tersebut (darat, laut, dan udara), kita semua tentu mengenal satu wilayah yang telah menjadi ikon pariwisata negeri ini, yaitu Bali. Di Pulau Dewata, Bali, berbagai kegiatan wisata tersebut dapat dikatakan telah tersedia bagi wisatawan yang berkunjung. Lengkapnya pilihan fasilitas wisata ini menjadikan Bali sebagai salah satu daerah wisata tertinggi tidak hanya dalam skala nasional tetapi juga internasional. Dan sehubungan dengan keadaan tersebut, besarnya jumlah wisatawan yang datang dan pergi tanpa disadari sedikit demi sedikit mengakibatkan terjadinya perubahan ke-khas-an atau kealamian pada kondisi lingkungan wisata alam akibat keberadaan manusia. Adanya pencemaran lingkungan, polusi udara, sampah non-organik yang tidak hancur, dan sebagainya berdampak langsung pada kerusakan ekosistem alami.
Mungkin tak banyak wisatawan yang memperhatikan kondisi ini. Pergeseran kondisi alami wisata alam yang berubah secara perlahan memang tak begitu terasa kecuali jika diamati dalam jangka panjang. Sama halnya dengan potensi lokasi wisata lain di Indonesia yang seringkali lepas dari penglihatan para wisatawan. Banyak sekali tempat unik dan menarik yang sering luput dari perhatian wisatawan karena kurangnya promosi.
Sebutlah lokasi wisata alam di Kepulauan Nusa Tenggara misalnya. Baik di Nusa Tenggara Barat maupun Nusa Tenggara Timur, keduanya memiliki potensi wisata alam yang tak kalah indahnya dengan Bali. Mulai dari wisata pantai, pegunungan, danau, hingga taman nasional tempat berlindungnya flora dan fauna yang dilindungi adalah sebagian dari keunggulan objek wisata alam yang dapat dinikmati wisatawan. Ironisnya, meski jarak Kepulauan Nusa Tenggara dengan Bali hanya terpisahkan oleh Selat, jarang sekali wisatawan memilih (atau bahkan mengetahui?) untuk berwisata ke Kepulauan Nusa Tenggara sebagai tujuan wisata utama mereka. Padahal jika dibandingkan, kondisi objek wisata alam di gugusan Kepulauan Nusa Tenggara ini jauh lebih alami dan kepadatan pengunjungnya tak seramai Bali.
Keindahan Pantai Sengigi yang berpasir putih, taman wisata alam laut desa Gili Indah, jalur pendakian dan area kemah di Gunung Rijani, Danau “Tiga Warna” Kelimutu, hingga Taman Nasional Komodo yang memiliki koleksi reptil raksasa dari kehidupan masa purba. Beberapa objek wisata ini adalah sebagian kecil dari begitu banyak lokasi wisata yang amat menarik di Kepulauan Nusa Tenggara. Dan khususnya Taman Nasional Komodo, objek wisata ini merupakan lokasi wisata unggulan bagi wisatawan lokal maupun internasional, dimana area Taman Nasional ini merupakan habitat asli hewan komodo yang tidak dimiliki oleh negara manapun di dunia.
Taman Nasional Komodo yang mulai dikenal dunia sejak tahun 1910 berkat jasa Letnan Steyn van Hens Broek -seorang tentara Belanda -ini adalah satu-satunya padang savana tempat berkembang biak hewan komodo. Di tempat ini hidup sekitar 2500 ekor komodo yang panjangnya rata-rata 2-3 meter dengan bobot mencapai hingga 160kg. Untuk melindungi kelestarian reptil raksasa ini, gugusan Pulau Komodo ditetapkan sebagai taman nasional oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1980. Dan tidak hanya perhatian dari Pemerintah Indonesia, masyarakat dunia melalui UNESCO pada tahun 1986 turut menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai situs warisan alam dunia dan cagar biosfir. Dengan penetapan ini diharapkan reptil raksasa karnivora yang juga terkenal dengan sebutan “Komodo Dragon” ini bisa terhindar dari kepunahan.
Melihat kenyataan itu, amat wajar rasanya jika Taman Nasional Komodo mendapat perhatian khusus. Pasalnya gugusan pulau seluas 1817 km² dimana 603 km² nya adalah daratan ini menyimpan bukti kehidupan purba yang masih hidup secara alami. Keunikan situs ini tidak ditemukan pada taman nasional, cagar alam, dan pusat konservasi negara lain tempat lain di seluruh dunia. Bahkan jika dibandingkan dengan taman nasional negara lain seperti Afrika misalnya, Taman Nasional Komodo memiliki keunggulan pada koleksi satwa yang hidup di dalamnya. Padang savana luas tempat hidup dan berkembang biak hewan liar seperti gajah, singa, banteng, badak, macan, dan beragam hewan lain di Taman Nasional Afrika dapat dikatakan adalah sebuah objek wisata alam liar yang menarik, namun demikian ke-khas-an hewan yang terdapat di dalamnya tidaklah seunik Taman Nasional Komodo. Entah itu gajah, singa, banteng, badak, macan, atau hewan liar sejenis dapat ditemui juga di negara-negara lain di Asia, termasuk di Indonesia. Sedangkan komodo, habitat aslinya hanya berada di Indonesia yaitu di kepulauan Nusa Tenggara.
Disamping itu, Taman Nasional Komodo yang terdiri tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar, dengan keadaan alamnya yang kering dan gersang memiliki keunikan tersendiri. Di Taman Nasional Komodo tidak hanya hidup kawanan satwa liar komodo tetapi juga eksositem yang terdiri dari ribuan hewan dari sekitar 24 spesies hewan liar yang berdiam di Taman Nasional Komodo. Di tempat ini dapat kita jumpai kawanan rusa, babi hutan, kuda liar, kerbau liar, dan sekitar 300 spesies burung hidup bersanding dengan ragam tumbuhan khas yang ada di Kepulauan Nusa Tenggara. Pepohonan lontar, rotan, bambu, asam, bidara, dan bakau adalah sebagian dari tanaman yang tumbuh menyebar di beberapa bagian pulau Taman Nasional Komodo.
Dan tidak hanya itu saja. Selain ekosistem darat, wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo pun dapat juga menikmati wisata laut. Taman Nasional Komodo yang termasuk ke dalam gugusan kepulauan Nusa Tenggara ini memiliki koleksi biota laut yang beragam jenisnya. Bahkan jika beruntung, wisatawan dapat menyaksikan kehidupan satwa laut di habitat aslinya yang jarang ditemui di perairan lain seperti penyu, lumba-lumba, paus, dan duyung yang sering terlihat di perairan laut Taman Nasional Komodo. Inilah yang menjadikan Taman Nasional Komodo begitu unik jika dibandingkan Taman Nasional sejenis di negara lain.
Taman Nasional Komodo Menjadi Nominasi Tujuh Keajaiban Dunia
Sebagaimana kita ketahui dari berbagai media, saat ini Taman Nasional Komodo menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada pemilihan “Tujuh Keajaiban Dunia baru” setelah Gunung Kratakau dan Danau Toba tersingkir pada babak voting sebelumnya. Sistem pemilihan yang dilakukan melalui metode voting bertahap ini telah menyaring 430 nominasi dari 224 negara berbeda menjadi 261 nominasi. Dan kini (hingga 7 Juli 2009) sedang berlangsung tahap voting penyaringan menjadi 77 nominasi yang kelak dari 77 nominasi terpilih ini akan diperkecil lagi menjadi 21 kandidat (3 kandidat masing-masing kategori). Setelah itu, barulah New7wonder Foundation akan menetapkan “Tujuh Keajaiban Dunia baru”.
Nah mengingat waktu yang tersisa saat ini, para voter, khususnya kita sebagai warga negara Indonesia masih memiliki kesempatan untuk memilih Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari “Tujuh Keajaiban Dunia baru”. Untuk itu segeralah melakukan vote dengan cara:
- Buka link:
http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/
- Isi form registrasi yang tersedia (jika sudah pernah melakukan vote di tahap voting sebelumnya cukup isi e-mail address saja);
- Pilih nominasi yg diinginkan dengan cara, pertama, pastikan telah menandai pilihan category, sorot pilihan “FORESTS, NATIONAL PARKS, NATURE RESERVES” pada kolom “select a nominee” lalu pilih 7 nominasi yang diinginkan (lakukan pemilihan nominee sebanyak 7 kali, ingat ya pertama pilih “Komodo National Park”). Kemudian isi kombinasi angka/huruf pada kolom “Anti Spam” dibagian bawah tabel “Your selection” sesuai dengan kode verifikasi yang terlihat;
- Jika sudah lengkap seluruh datanya, klik “submit”;
- Setelah proses submit selesai akan memunculkan tanda bahwa proses vote telah berhasil didata dan voter diminta untuk melakukan verifikasi e-mail;
- Segera periksa e-mail, dan lakukan konfirmasi dengan cara melakukan klik link atau copy-paste link pada email konfirmasi yang diterima. Jika berhasil pada browser akan muncul keterangan seperti di bawah ini:
Nah.. sekarang vote telah selesai. Kini saatnya menyebarluaskan informasi ini pada keluarga, kerabat, teman, dan lingkungan tempat kita beraktifitas untuk turut melakukan voting pada http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/.
Ayo vote sekarang! Pilih Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari “Tujuh Keajaiban Dunia baru”. Kelak keberhasilan Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari “Tujuh Keajaiban Dunia” adalah kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki Taman Nasional satu-satunya di dunia dengan koleksi hewan purba Komodo yang masih lestari di habitat aslinya hingga kini.
#Hary Lasmana
Filed under: Info











Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.